2 Maret 2011 - 20:30

Pihak penyelenggara Lomba Puisi antar Negara yang terselenggara di Kuwait bukan sekedar mencoret nama seorang sastrawan Arab Saudi yang memuji Saddam Husain dalam prosa puisinya namun juga meminta sastrawan tersebut meninggalkan Kuwait saat itu juga.

Menurut Kantor Berita ABNA, pihak penyelenggara lomba puisi antar Negara yang terselenggara di Kuwait memberi penjelasan dihadapan pers menyangkut tercoret dan terusirnya salah seorang peserta lomba asalm Arab Saudi yang bernama Naif bin 'Urwail, "Kami terpaksa melakukannya, karena dia menggelari Saddam Husain sebagai Rahimahullah dalam prosa syairnya, dan itu sangat menyakitkan bagi kami."

Setelah diusir dari Kuwait, Naif bin 'Urwail dalam wawancara melalui telepon, memberikan pernyataan, "Saya mengaku salah, karena menyebut Rahimahullah buat Saddam Husain, dan saya juga telah menyatakan permohonan maaf secara terbuka sebagaimana yang diminta panitia penyelenggara."

Ketua Panitia Penyelenggara Lomba menyatakan, "Kami telah menuntut beliau memohon maaf, dan beliaupun melakukannya. Namun ada pihak yang menganggap itu belum cukup. Sehingga kami memintanya meninggalkan Kuwait dan mencoret namanya dari daftar peserta lomba."

Rakyat Kuwait memiliki kenangan yang kelam mengenai Saddam Husain, diktator Irak. Di bawah kepemimpinannya, Saddam Husain bukan hanya menyulut perang dengan Iran namun juga dengan Kuwait yang sesama Negara Sunni dan merenggut banyak korban dan kerugian material bagi Negara Kuwait.

Saddam Husain adalah diktator Iraq yang kejam. Beliau tidak hanya menyerang negara Syiah Iran, malah regim ini turut menyerang negara Sunni Kuwait satu ketika dahulu.